satu hari gue ngeliat ke semua jurusan, sadar gimana jauhnya sama orang yang biasanya bisa gue peganng, rangkul ato peluk erat kalo gue mau jatuh. tanpa menyadari gw semakin jauh dan sendirian. hal hal yang udah lama gue buang, injek dan lempar jauh jauh pelan pelan ngetok pintu hati gue. menanyakan apa iya betul gw udah setuju mau meninggalkannya begitu saja.
kertas putih yang gue pegang itu hampir gue lepaskan ke dalam kobaran api, terbangkan dari atap gedung, ataupun gue tinggalkan di kamar mandi. apa aja, gue ga peduli.
gue hampir. ataupun mungkin sudah sedikit tidak peduli. apa sih arti sebuah kertas? buat gue sejenak, engga ada. toh tanpa kertas itu pun, gw masi akan tetap berjalan maju.
gw lupain semua warna. semua tinta. dan semua gambar. karena semua rasanya begitu kabur dan engga jelas.
kalo engkau bertanya, kenapa dirimu tidak bertanya? tidak berteriak? tidak protes dan menangis? satu kata dari gw. 'aku tidak peduli'
setelah sekian lama, gue melupakan apa arti semua ini. apa yang gue lakukan. gw ga peduli apakah terang itu masih ada. gw ga peduli kalo gw harus pulang ke rumah dan tewas seketika. gw pun ga peduli kalo paru dan jantung gue penuh dengan tar dan gue akan mati di umur 20. gw ga peduli orang orang tua tua itu bilang gue ini gak benar. gue ga peduli kalo alam dan hal sintetis merusak gue, physically ataupun mentally.
dan dengan keras gue teriakkin.
" ..tubuhmu adalah bait Roh Kudus..dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri.. sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.."
JEG!
aku bukan MILIKU sendiri.
DIBELI dan LUNAS DIBAYAR.
MULIAKANLAH
apakah aku harus menangis menyesal atau bersorak gembira atas peringatanNya?
gw merasa hati gue jatuh. kalau perlu, gepeng sekalian terinjek - injek. tapi itu belum cukup untuk mengembalikan sepenuhnya diri gue ini dari dunia maya.
'..buanglah ragi yang lama itu. supaya kamu menjadi adonan yang baru..'
apa iya Tuhan? begitu cepat? gw bertanya dan bertanya. apa yang gw harus lakukan sekarang?
Dia diam. gw pun diam. gw ga pernah expect jawabanNya dateng begitu cepat. jadi, seperti biasa, gw turun, duduk dan membiarkan hidup gw dipersingkat 1 jam / menit.
TING..
' jangan bergaul dengan orang orang cabul .. '
gw diam sejenak. dan melanjutkan ketidak-bergunaan gw bagi nusa dan bangsa.
-esokkannya..-
ternyata Dia belum puas.
walaupun gw merasa 'numb' tapi semuanya berjalan begitu cepat. tanpa gw sadari, gw duduk lagi di kakiNya. setengah jiwa gw mau berlari, seperempat mau tinggal, dan sisanya tidak merasakan apa apa.
'kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah, dan luruskan jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh'
gw masih memilih untuk diam dan 'numb', sementara beribu angin dan debu bermain dan berterbangan di pikiran gw.
' ..kejarlah kekudusan, tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan'
*sigh* hati gw pun mulai berbisik. 'gw cape'
'jangan putus asa apabila engkau diperingatkanNya.. Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak'
kuasaNya turun lewat firmanNya menggoncang seluruh peradaban di jiwa gw. dan tanpa gw tau, sekujur tubuh gw rasanya basah, oleh air mata yang mengalir sederas air terjun, dan penuh dengan kehangatan.
rasanya gw dirangkul dan didekap erat.. bibir rasanya tidak bisa berkata kata, debu dan angin pun hilang seketika. tidak mengetahui apakah itu, sebuah kalimat terlontar lagi. halus dan menyejukkan.
'..marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita..'
sederet pembelaan keluar dari pikiran gw, tapi 'tulang tulang ku sudah menjadi kering dan pengharapanku sudah lenyap. aku sudah hilang'
karena itu ' .. Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali'
dan ' Aku tidak mengingat ingat lagi dosamu'
Dikutip atas seijin penulis
No comments:
Post a Comment