Yup, let me share apa yang dibicarakan oleh Pdt Richard Soerinta tadi pas ibadah youth.
1. kita harus melihat iman
- kasih Kristus (Agape)=> kasih yang "walaupun...", bukan "jika..."
- Damai dari Allah
kedua unsur di atas harus ada! En, JANGAN pacaran dengan tujuan untuk mendekati seseorang supaya orang itu bertobat (penginjilan)!!!
2. apakah dia membangun iman kita dan hidup maju di dalam Tuhan?
3. apakah dia dapat hidup dengan kita (yang terbaik, bukan yang sempurna)
4. dewasa TUBUH, JIWA (Karakter), dan ROHANI
Kemudian ibu Dian menambahkan:
1. kita harus tertarik secara fisik
2. tertarik secara karakter
3. tertarik secara rohani
4. harus mencintai Tuhan dan unsaved people
5. respect dirinya dan orang lain
6. punya perhatian (concern) yang sama
Bu Dian juga menambahkan (berdasarkan sharingnya pak Gilbert) bahwa tahap2 yang harus dilewati itu : PDKT -> persahabatan -> pacaran
Tetapi, kalo mau masuk ke pacaran, harus ketika sudah siap utk menuju ke pernikahan! Alias, benar2 serius, bukan maen2.
Lalu, ia juga mendefinisikan cinta dengan lust (perbedaannya), yaitu jika cinta, maka:
love is to give, not to take
endures forever (gak sesaat)
through process (gak instant)
to learn (belajar)
required constant attention (gak cuek2 doank!)
takes time to mature
is to respect
depends on relationship (makanya, temenan dulu!!!)
Di akhir diskusi, sebelom ditutup, Andre S. bertanya:
"Pasangan hidup itu, apakah Tuhan yang beri, atau kita yang cari?"
Suatu pertanyaan yang bagus!
Beginilah jawaban pak Frans:
Tuhan pasti beri yang terbaik, hanya saja apakah kita peka atau tidak? Kalo kita kurang peka, kerap kali Tuhan berikan tanda2. Nah, pada akhirnya, kita tetap yang harus mengambil keputusan (karena free will manusia). Siapa yang mau dijadikan pasangan hidup kita.
Untuk bisa peka itu, makanya dibutuhkan pengetahuan akan kehendak Tuhan (FirTu), dan diputuhkan relationship dengan Tuhan.

mereka yang hadir

selamat yah!
Akhirnya, sekian sharing2nya.... God bless!
1. kita harus melihat iman
- kasih Kristus (Agape)=> kasih yang "walaupun...", bukan "jika..."
- Damai dari Allah
kedua unsur di atas harus ada! En, JANGAN pacaran dengan tujuan untuk mendekati seseorang supaya orang itu bertobat (penginjilan)!!!
2. apakah dia membangun iman kita dan hidup maju di dalam Tuhan?
3. apakah dia dapat hidup dengan kita (yang terbaik, bukan yang sempurna)
4. dewasa TUBUH, JIWA (Karakter), dan ROHANI
Kemudian ibu Dian menambahkan:
1. kita harus tertarik secara fisik
2. tertarik secara karakter
3. tertarik secara rohani
4. harus mencintai Tuhan dan unsaved people
5. respect dirinya dan orang lain
6. punya perhatian (concern) yang sama
Bu Dian juga menambahkan (berdasarkan sharingnya pak Gilbert) bahwa tahap2 yang harus dilewati itu : PDKT -> persahabatan -> pacaran
Tetapi, kalo mau masuk ke pacaran, harus ketika sudah siap utk menuju ke pernikahan! Alias, benar2 serius, bukan maen2.
Lalu, ia juga mendefinisikan cinta dengan lust (perbedaannya), yaitu jika cinta, maka:
endures forever (gak sesaat)
through process (gak instant)
to learn (belajar)
required constant attention (gak cuek2 doank!)
takes time to mature
is to respect
depends on relationship (makanya, temenan dulu!!!)
Di akhir diskusi, sebelom ditutup, Andre S. bertanya:
"Pasangan hidup itu, apakah Tuhan yang beri, atau kita yang cari?"
Suatu pertanyaan yang bagus!
Beginilah jawaban pak Frans:
Tuhan pasti beri yang terbaik, hanya saja apakah kita peka atau tidak? Kalo kita kurang peka, kerap kali Tuhan berikan tanda2. Nah, pada akhirnya, kita tetap yang harus mengambil keputusan (karena free will manusia). Siapa yang mau dijadikan pasangan hidup kita.
Untuk bisa peka itu, makanya dibutuhkan pengetahuan akan kehendak Tuhan (FirTu), dan diputuhkan relationship dengan Tuhan.
mereka yang hadir
selamat yah!
Akhirnya, sekian sharing2nya.... God bless!
No comments:
Post a Comment