Monday, September 19, 2005

"Allah yang Setia"

Yesus, Kau telah memulai s'gala yang baik dalam ku
Engkau menjadikanku serupa gambaranMu kar'na kasihMu padaku
Yesus, Kau telat memulai karya yang mulia dalam ku
Kau berikan hidupMu s'bagai ganti dosaku dan berharga di mataMu

S'karang ku memujiMu Allah yang setia
Yang tak pernah meninggalkan perbuatan tanganMu
S'karang ku menyembahMu Allah yang mulia
Sempurnakan s'gnap hidupku agar indah bagiMu


Beberapa hari ini, lagu ini terus berputar dalam benak pikiranku. Aku coba renungin, apa maksud dari lagu ini. Dan tadi siang, I figured out something

Kasih Allah uda begitu besar dalam kehidupanku, terbukti dengan Ia mati bagiku, Ia jadikan hidupku serupa gambaranNya. Ini berarti, hidupku ada, bukan karena Allah isenk gada kerjaan, truz ciptain aku, melainkan Ia sudah rencanakan hidupku sejak awal. Bahkan Alkitab mengatakan, ia sudah menenun diriku, menetapkan langkah2ku, semenjak aku belum dilahirkan.
Namun, kerap kali yang kita lakukan, adalah berkhianat, melukai hatiNya, melawan Dia, menolak Dia. Sering kali, bukan pengucapan syukur, bukan pujian, bukan penyembahan yang kita berikan, melainkan keluhan2 kita atas hidup ini, kekecewaan2 kita akan hidup ini, omelan2, ... yang intinya kita menolak apa yang Tuhan sudah beri, sudah kerjakan dalam hidup ini. Ayub sendiri di Ayub psl 3, ketika hidupnya semakin 'menderita', ia memilih untuk tidak dilahirkan, atau mati ketika masih bayi. Kerap kali yang kita lakukan adalah sama. Kita lupa, bahwa kita ada bukan secara sembarangan, kita diciptakan sesuai dengan keinginanNya, bukan karena Ia isenk menciptakan kita, dan akhirnya tidak peduli akan kehidupan kita.

Tuhan, tapi masalahku banyak banget, beban tidak habis2nya menumpuk di pundakku...
Ya, Tuhan tahu akan hal itu. Dia tidak pernah berjanji tiada hari tanpa masalah, hari2 yang selalu indah, matahari bersinar terang, tanpa masalah, beban, pergumulan. Namun, Ia berjanji, sediakan jalan keluar buat setiap masalah kita. Ia berjanji, memberikan kelegaan dalam kehidupan kita.
Yes, I know that.... Itu ayat sudah ku dengar semenjak aku masih kecil. Tapi, gimana cara mendapatkan janji itu?
Bacalah ayat selanjutnya, "Pikulah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan." kita hanya perlu datang, tanggalkan beban persoalan kita kepada Tuhan, dan pikul beban lain yang Tuhan sediakan, yaitu percaya kepada Dia, mengandalkan Dia (bukan kekuatan sendiri), berserah kepadaNya (bukan pasrah). Yang sering kali kita lakukan, kita datang pada Tuhan, serahkan beban kita, tapi setelah selesai menghadap Tuhan, beban yang sama kita pikul kembali.
Ooo, begitu toh!
Yup, dan ada tambahan satu lagi. "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan UCAPAN SYUKUR" (Flp 4:6) Tuhan menghendaki kita mengucap syukur senantiasa. Jika kita selalu dapat bersyukur, hati kita akan selalu bersuka cita. Di tengah kehidupan, masalah boleh datang, beban silih berganti, tetapi kita dapat selalu bersuka cita. Kita pun dapat meraih janji tuhan dalam Flp 4:7. Dan sukacita sejati yang Tuhan sediakan, akan membuat beban persoalan kita terasa ringan, karena ada satu keyakinan dalam diri kita, Allah tak pernah tinggalkan kita. Ia selalu ada buat kita, sebab Ia adalah Allah yang SETIA.

Dan pada akhirnya, kita dapat menyanyikan bagian reff dari lagu tadi:
S'karang ku memujiMu Allah yang setia
Yang tak pernah meninggalkan perbuatan tanganMu
S'karang ku menyembahMu Allah yang mulia
Sempurnakan s'gnap hidupku agar indah bagiMu

No comments: